Wednesday, March 30, 2016

[Esai] Andai Aku Punya 25 Jam Sehari

Ratna Juwita

         Waktu adalah hal yang paling mutlak dalam hidup manusia. Waktu bisa menenggelamkan masa lalu atau membawa kita menuju masa depan. Tidak sedetik pun waktu berkenan mundur untuk mengulang atau memperbaiki apapun di masa lalu. Waktu pula yang mengangkut kita, siap ataupun tidak, untuk menjemput masa depan yang pasti akan terjadi.

         Secara ilmiah, tidak ada yang dinamakan ‘sekarang’ karena ketika kita membicarakan peristiwa detik ini, secepat itu pula peristiwa tersebut telah menjadi masa lalu (Karla Farhana, 2015).  Jadi secara ilmiah, waktu hanya terbagi menjadi dua bagian saja, yaitu masa lalu dan masa depan.

         Fakta lain mengenai waktu adalah bahwa satu hari sebenarnya bukan 24 jam, melainkan 23 jam, 56 menit, 4,2 detik (Karla Farhana, 2015). Dalam sehari yang berisi sekitar 23 jam, 56 menit itu, apa saja yang kita lakukan? Sederhananya, jika kita bekerja selama 8 jam sesuai standar jam kerja, kita menyisakan kurang lebih 15 jam, 56 menit, kemudian waktu tidur kita kira-kira 6 jam, sisanya 9 jam 56 menit. Ditambah lagi aktivitas lainnya seperti berada di perjalanan, makan, mandi, dan aktivitas sehari-hari lainnya, kira-kira 3 jam. Sisa 6 jam 56 menit itu kita gunakan untuk apa?

         Jawabannya adalah melakukan hobi. Sebagian besar orang akan melakukan hal-hal yang disukainya di luar jam kerja dan keseharian, entah itu untuk tidur, membaca, belajar, dsb. Namun, pernahkah kita berpikir bahwa 23 jam 56 menit itu adalah waktu yang singkat? Menurut saya, ya. Banyak sekali hal yang ingin dikerjakan, sedangkan waktu tak pernah berkompromi.

         Lalu, bagaimana jika satu hari itu 25 jam? Menurut penelitian, 200 juta tahun lagi, satu hari bukan 24 jam, melainkan 25 jam. Hal itu dikarenakan bulan mendekat dan menjauh ke bumi dan menyebabkan waktu melambat dua milidetik per abad (Mohamad Takdir, 2015). Walaupun hanya satu jam, akan ada banyak sekali hal-hal yang dapat kita lakukan.

         Misalnya untuk orang yang hobi belajar, satu jam tambahan itu cukup untuk mengulang beberapa materi dan mengerjakan tugas yang menumpuk. Ketika waktu 6 jam 56 menit, terhalang karena hal lain seperti menonton tv, bermain game, dsb. Satu jam sangatlah cukup untuk memburu tugas, selain tak meninggalkan kewajiban sebagai seorang pelajar, juga tak kehilangan kesempatan untuk menikmati kesenangan lainnya.

         Untuk orang yang hobi membaca, satu jam tambahan itu cukup untuk menuntaskan satu novel yang tak sempat terselesaikan karena urusan lain. Misalkan tugas-tugas menumpuk dari sekolah sangat menyita waktu hingga hanya memiliki 2 jam tersisa, dengan tambahan waktu satu jam, 3 jam adalah waktu yang cukup untuk menghabiskan satu novel.

         Untuk seorang penulis, misalkan  mampu menyelesaikan sebuah cerita pendek sepanjang 5 halaman dalam waktu 3 jam. Waktu yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari, hingga menyisakan dua jam dalam waktu normal, jika ditambah satu jam, cukup untuknya menghasilkan sebuah karya.

         Untuk orang yang hobi berpetualang, satu jam itu cukup untuk mendaki beberapa meter gunung atau menghabiskan waktu menikmati keindahan pantai, dsb. Jika dalam waktu sejam, seorang pendaki bisa naik ke gunung hingga 70 meter, atau lebih, dalam waktu 25 jam ia bisa mendaki setidaknya 1.750 meter. Lebih efisien, kan? Satu jam itu juga bisa dimanfaatkan untuk istirahat ketika lelah dalam pendakian tanpa mengurangi tinggi yang bisa didaki ketika waktu normal, yaitu 24 jam yang kira-kira bisa mendapatkan 1.680 meter.

         Banyak sekali hal yang dapat dilakukan dengan tambahan satu jam, selain contoh-contoh di atas. Waktu satu jam itu sangat berharga baik untuk orang dengan aktivitas yang padat maupun tidak. Tak jarang kita harus mengorbankan salah satu aktivitas, untuk melakukan aktivitas lainnya. Ketika berorganisasi, satu jam juga waktu yang cukup untuk menghasilkan keputusan dalam sebuah rapat.

         Akan tetapi, semua itu kembali pada diri kita sendiri. Tergantung bagaimana kita bisa memanfaatkan waktu luang dan dapat memaksimalkan waktu yang kita punya dengan baik. Sekali lagi, waktu tidak akan pernah bisa diputar kembali, masa depan adalah hasil dari bagaimana kita memanfaatkan waktu saat ini. Kita yang hidup di masa ini, tak punya cukup umur untuk dapat hidup 200 juta tahun ke depan untuk bisa merasakan 25 jam dalam sehari. Karena itu, 23 jam, 56 menit, 4,2 detik setiap hari di masa ini, harus kita gunakan sebaik-baiknya.
What do you think? :

0 Creat Your Opinion:

Post a comment

Social Profiles

Twitter Instagram Wattpad Quora RSS Feed Email Pinterest

My Profile

My photo
The books' better half who's been taking small steps each day towards her dreams. She's very interested in reading literacy, education, culture, and philosophy. You can find her on Twitter @psybooklogy and Instagram @ra.juwita

初めまして

日本語日本文学生のラトナ・ジュウィタです、どうぞよろしくお願いします! このブロクを気に入っていただけたら嬉しいです。

Total Pageviews

Blinking Cute Box Panda
Powered by Blogger.

Copyright © Ratna Juwita | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com