Friday, February 28, 2020

[BookTalks] 7 Kebiasaanku ketika Membaca Buku yang Jarang Dilakukan Orang Lain

 

Ratna Juwita

Readers, kalian punya kebiasaan yang jarang orang lain lakukan ketika membaca buku?

Entah kita sadari atau tidak, pasti masing-masing dari kita memiliki sebuah (atau beberapa) kebiasaan ketika membaca sebuah buku, terutama buku-buku yang menurut kita sangat menarik. Kebiasaan itu bisa jadi sama atau benar-benar berbeda dengan orang lain.

Kali ini, aku ingin berbagi mengenai beberapa kebiasaanku ketika membaca buku yang (mungkin) jarang orang lain lakukan:

1 Menyimpan Quotes yang Menurutku Bagus di Ms. Excel

Aku punya kumpulan quotes di Ms. Excel dari buku-buku yang sudah pernah aku baca. Supaya tidak mengganggu bacaan, biasanya aku siapkan notes kecil dan bolpoin saat membaca untuk mencatat nomor-nomor halaman berisi quotes, itu akan jadi lebih mudah dan cepat. Baru setelah aku selesai baca, aku akan mengetik kembali quotes-nya di Ms. Excel.

Hal ini aku lakukan supaya aku bisa melihat-lihat kembali isi bukunya tanpa perlu membaca bukunya lagi atau untuk mengingat kembali kalimat-kalimat yang biasanya mengubah sudut pandang dan menambah pengetahuanku. Ini juga memudahkanku saat menulis review. Hehe.

2. Menyelipkan bacaan fiksi ketika pikiran terlalu melanglang buana saat membaca non fiksi

Kalian tipe pembaca yang harus menyelesaikan satu buku dulu, baru membaca buku lainnya atau tipe yang suka membaca banyak buku sekalipun tidak ada di antaranya yang sudah kalian selesaikan?

Aku tipe yang semena-mena. Hehe. Biasanya aku akan bergantian loncat dari buku fiksi ke buku non fiksi saat membaca. Misalnya, aku merasa otakku terlalu lelah untuk mencerna informasi berat, maka aku akan langsung loncat ke buku fiksi yang ingin kubaca (biasanya bertema romansa anak remaja). Kalau sudah bosan dengan buku fiksi dan aku sudah merasa bugar kembali (kayak habis olahraga saja), aku akan lanjut membaca buku non fiksi yang sempat kutinggalkan.

Cara ini sangat ampuh untukku yang dulunya adalah penikmat fiksi, tapi sekarang mulai belajar membaca banyak buku non fiksi. Bahkan, non fiksi kini menjadi salah satu genre bacaan favoritku selain misteri dan romansa.

3. Membaca kapan pun aku mau, bahkan saat makan

Untuk satu ini yang aku baca via e-book, ya. Kadang aku benar-benar tidak ingin lepas dari bacaanku. Jadi, aku akan membaca sambil makan. Pasti kalian berpikir, berarti aku tidak menikmati makananku? Hmm, aku pribadi merasa makananku jadi lebih nikmat kalau sambil membaca buku. Hehe. Apalagi kalau lagi seru-serunya.

4. Menggunakan pensil, bolpoin, atau bahkan buku lain sebagai pembatas buku

Kalau tidak ada pembatas bukunya (biasanya buku non fiksi), biasanya aku akan menggunakan apa pun untuk menjadikannya pembatas, baik itu uang, tag label pakaian (kalau kebetulan habis beli pakaian baru), postcard, atau benda pipih lainnya. Namun, seringkali aku kehabisan pembatas buku karena aku suka loncat dari satu buku ke buku lain dan benda terdekat yang paling sering kutemukan adalah pensil, bolpoin, atau malah buku lain. Daripada pusing mencari benda lain, aku akan menggunakan salah satu di antara ketiga benda itu.

Lalu kalau bolpoin atau pensilnya habis?

Biasanya sih tidak karena entah kenapa aku suka sekali membeli pensil dan bolpoin dalam jumlah yang cukup, jadinya tidak pernah kehabisan. Hehe.

Apa jilid bukunya tidak rusak?

Selama ini sih tidak (atau belum?)

5. Memilih buku yang kurang terkenal

Nah, ini yang biasanya jadi dilema. Aku akan menaruh buku-buku yang sedang hype  di wishlist, tapi tidak akan aku beli atau baca dalam waktu dekat. Malah bukunya seringkali tertumpuk oleh bacaan-bacaan lain. Padahal ketika aku membaca bukunya ketika antusiasme sudah menurun, ternyata bukunya memang bagus!

Meskipun begitu, aku tipe pembaca yang akan membaca buku yang ingin aku baca di waktu-waktu yang juga aku inginkan. Aku jarang membaca buku yang direkomendasikan teman-teman sesama pembaca. Aku memang tertarik melihat review-review mereka dan berakhir memasukkan buku-buku itu ke deretan wishlist, tapi biasanya aku membutuhkan waktu yang cukup lama untuk benar-benar berkeinginan membacanya.

Mungkin satu dua kali aku akan membaca buku yang mereka rekomendasikan asalkan aku memang sedang dalam mood yang tepat dan ada keinginan dari dalam diri sendiri untuk baca. Ribet banget, ya?

6. Meletakkan buku yang belum selesai kubaca di atas meja

Aku tipe orang yang malas mengembalikan buku ke rak kalau belum selesai membacanya. Alhasil, mejaku akan penuh dengan buku-buku dan hal ini bisa berlangsung berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Aku baru akan meletakkannya kembali ke rak buku jika aku sudah cukup yakin aku tidak akan membacanya lagi dalam waktu dekat atau urusanku dengan mereka sudah selesai (jiah, jadi kayak hubungan sama doi *eh). Biasanya buku-buku jurnal, referensi, buku pelajaran, dan sebagainya.

7.  Tidak Menjadikan Rating Goodreads Sebagai Acuan

Mungkin ada beberapa orang yang menjadikan platform favorit para pembaca buku itu sebagai acuan sebelum membeli atau membaca buku, tapi aku tidak. Sudah kubilang di awal kan kalau aku akan membaca buku yang ingin aku baca? Hehe.

Meskipun rating di Goodreads 0 sekalipun, kalau aku memang ingin baca, aku akan tetap baca.

---------------

Kalau kalian, apa kebiasaan kalian saat baca buku yang jarang dilakukan orang lain?

What do you think? :

0 Creat Your Opinion:

Post a comment

Social Profiles

Twitter Instagram Wattpad Quora RSS Feed Email Pinterest

My Profile

My photo
The books' better half who's been taking small steps each day towards her dreams. She's very interested in reading literacy, education, culture, and philosophy. You can find her on Twitter @psybooklogy and Instagram @ra.juwita

初めまして

日本語日本文学生のラトナ・ジュウィタです、どうぞよろしくお願いします! このブロクを気に入っていただけたら嬉しいです。

Total Pageviews

Blinking Cute Box Panda
Powered by Blogger.

Copyright © Ratna Juwita | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com