Thursday, September 05, 2013

[Contoh Cerpen Singkat] Nelayan

Ratna Juwita

             Tak ada apa pun yang mampu membuatnya tertidur dengan lelap di malam yang dingin itu. Bayangan anak-anaknya yang tengah tertidur dengan pulas terus membayangi benaknya. Ia segera terjaga saat jala putih di ufuk timur merajut langit malam dengan perlahan. Ia membangunkan istrinya yang tertidur disamping anak-anaknya dan mengambil jala disamping tempat tidurnya yang beralaskan kardus.

            “Sepertinya akan ada badai,” kata istrinya sembari melihat langit diatas laut yang luas itu. “Apa kau yakin akan menangkap ikan hari ini?” tanyanya dengan perasaan khawatir. Suaminya segera tersenyum dan keluar dari gubuk kecilnya yang terletak di tepi pantai.

            “Jika aku tidak menangkap ikan, apa yang akan kita makan?” tanyanya balik kepada istri yang sangat dicintainya itu. Ia tidak bisa tertidur jika ia belum menangkap seekor ikanpun di laut untuk istri dan ketiga anaknya. Ia tulang punggung keluarga dan ia sangat mengerti kewajibannya untuk menafkahi keluarganya.

            Istri nelayan itu hanya terdiam walaupun sebenarnya ia sangat gelisah. Ia tau akan ada badai sebentar lagi dan suaminya nekat mencari tangkapan untuk hari ini. Nyawalah yang akan dipertaruhkan suaminya apabila benar akan ada badai besar disana. Ia menggigit bibir untuk menahan kegelisahannya, hanya diam saat suaminya mencium keningnya dan  menaiki perahu kecil yang sehari-hari menemani suaminya menagkap ikan di laut. Perlahan, suaminya mendayung perahu ke tengah lautan.

            Beberapa menit setelah suaminya mendayung perahu ke tengah lautan, angin kencang berhempus dengan ganas. Ia hanya terduduk ketakutan sembari mendengar deburan ombak setinggi 3 meter yang perlahan menyapu pantai secara bergantian. Ia menggigil dan berlari ke gubuk kecilnya. Ia membangunkan ketiga anaknya dengat perasaan kalang kabut. Salah satu diantaranya ia gendong, dan dua yang lainnya ia gandeng sembari berlari menjauhi pantai.

            Ombak itu dengan ganas menyapu gubuknya dan gubuk nelayan lainnya. Semua nelayan dan keluarganya segera menyelamatkan diri dari gelombang yang seakan tengah mengamuk itu. Tubuhnya segera melemas ketika mengetahui, ia takkan lagi bisa mendapatkan nafkah dari suaminya yang tak lagi terlihat berada diatas perahu yang terombang ambing ditengah lautan yang mengganas itu.

1 comment:

Social Profiles

Twitter Instagram Wattpad Quora RSS Feed Email Pinterest

My Profile

My photo
Books' better half who's been taking small steps each day towards her dreams. She's very interested in reading literacy, education, language, culture, and philosophy. You can find her on Twitter @psybooklogy and Instagram @ra.juwita

初めまして

日本語日本文学生のラトナ・ジュウィタです、どうぞよろしくお願いします! このブロクを気に入っていただけたら嬉しいです。

Recent Post

[Traveling] Keindahan Alami Pantai Soryar, Biak, Papua

Total Pageviews

Blinking Cute Box Panda
Powered by Blogger.

Copyright © Ratna Juwita | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com