Thursday, March 31, 2016

Review Cerpen



Review Cerpenku dalam Buku “Permainan Shougi Terakhir”
Ratna Juwita

         Senangnya akhirnya ada karyaku yang diterbitkan, kalimat yang terlintas di benakku saat itu. Sudah cukup lama, sih, tapi belum terlalu usang juga hehe. Buku hasil event ‘Ketika Senja Mengukir Cinta’, berhasil menjadi buku pertama yang menggunakan judul cerpenku sebagai judul cover. Senang sekali rasanya ketika mengetahui karyaku menjadi juara satu dalam event itu, tentu saja tak menyangka karena sejauh itu aku selalu menjadi ‘kontributor’ saja, bukan pemenang. Hehe.

         Menjadi kontributor pun tak kalah membahagiakannya, hanya saja rasanya tetap beda dengan menjadi juara satu, kan? Cerpenku yang ada dalam buku kumpulan cerpen setebal 200 halaman ini berjudul ‘Permainan Shougi Terakhir’. Dalam buku ini, aku memakai nama penaku dulu, yaitu Yoira Nala, yang sekarang berganti menjadi Den Raana. (Gonta-ganti nama pena mulu kayak penulis udah terkenal aja :p hehe)

         Cerpenku dalam buku terbitan Raditeens Publisher ini mengambil latar di Jepang ketika berakhirnya Perang Dunia kedua. Mengenai seorang wanita paruh baya yang bernama Kumiko dan suaminya, seorang prajurit perang Jepang pada saat itu, Ouji.

         Ketika menulisnya, aku berusaha sebisa mungkin mencurahkan seluruh perasaanku (ceilah) karena cerpen ini memang benar-benar menguras sukma. Cerpen pertama yang kubuat dengan menempatkan diri sebagai orang yang telah berada di penghujung senja, menikmati sisa umur yang tak lagi lama.

         Kumiko adalah wanita buta, ia mencintai Ouji dan begitupula sebaliknya. Ouji yang seorang prajurit perang Jepang gagah berani, meminang Kumiko di masa belia meskipun dengan keterbatasannya. Adakah cinta seperti itu? Ada, kok jangan baper dulu, hehe.

         Suatu hari, Ouji terpaksa meninggalkan Kumiko seorang diri karena ia harus memacu nyawa di medan perang, sembilan tahun lamanya mereka tak bertukar sapa, bahkan senyum pun tidak. Mereka sama-sama menanti: Kumiko dalam permainan Shougi yang dikuasainya, menunggu Ouji pulang dengan utuh dan bukan sebagai mayat, serta Ouji yang menunggu dengan berkecimpung demi negeri yang ia cinta, pun istri yang paling dirindu.



         Dan ketika Kota Hiroshima dan Nagasaki dibom, menandai berakhirnya perlawanan Jepang dalam perang dunia, Ouji kembali. Kumiko tersenyum meski ia tak mampu memagut wajah Ouji dengan netra yang buta.

         “Shouji?” Ouji menawarkan permainan yang telah dimainkannya 9973 kali bersama Kumiko, tanpa pernah menang. 

         “Apakah orang sepertiku boleh merasa bahagia?” Kumiko menangis dalam haru, benar-benar mendapati suami yang dicinta, berada dalam jarak rengkuhnya. Berjanji takkan pernah lagi membiarkannya pergi.

         Yak, hanya itu yang bisa kutulis pada kesempatan kali ini, hehe. Bagi yang penasaran, bisa memesannya di Penerbit Raditeens Publisher. Ini salah satu cerpen terbaik yang pernah kubuat. Kok, tidak perlu takut menyesal karena kalian takkan pernah menyesal pernah membacanya (ceilah kepedean dari mana ini datangnya :D).
Sampai jumpa direview buku berikutnya! ^^

1 comment:

Social Profiles

Twitter Instagram Wattpad Quora RSS Feed Email Pinterest

My Profile

My photo
Books' better half who's been taking small steps each day towards her dreams. She's very interested in reading literacy, education, language, culture, and philosophy. You can find her on Twitter @psybooklogy and Instagram @ra.juwita

初めまして

日本語日本文学生のラトナ・ジュウィタです、どうぞよろしくお願いします! このブロクを気に入っていただけたら嬉しいです。

Recent Post

[Traveling] Keindahan Alami Pantai Soryar, Biak, Papua

Total Pageviews

Blinking Cute Box Panda
Powered by Blogger.

Copyright © Ratna Juwita | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com