Tuesday, February 18, 2020

[Book Review] Citra Perempuan dalam Novel "Mawar Jepang" Karya Rei Kimura


Image result for novel mawar jepang
(sumber gambar di sini)
Ratna Juwita


Mawar Jepang adalah novel mengharukan yang terinspirasi dari satu keping sejarah perang kontroversial Jepang. Satu simpul sejarah yang dibungkam selama sekian dekade dan tak pernah benar-benar diakui atau diterima kebenarannya. Hingga suatu ketika seorang jurnalis dari NHK menemukan kejanggalan arsip di salah satu kamp bekas perang; fakta atas keberadaan pilot perempuan kamikaze. Dengan bantuan seorang sejarawan andal, penyelidikan itu mengarah pada satu nama, Rika Kobayashi alias Sayuri Miyamoto.

Kisah Sayuri bermula setelah Jepang berhasil menghancurkan Pearl Harbor. Amerika dan sekutunya pun balas menyerang dengan ganas dan mengobarkan perang semakin luas. Pemerintah Jepang lalu memberlakukan wajib militer bagi setiap laki-laki dewasa. Di satu sisi, adalah kehormatan bagi mereka untuk dapat membela tanah air. Di sisi lain, perang telah membawa para laki-laki dan memecah belah keluarga. Setiap keluaga wajib mengorbankan putra, suami, dan ayah mereka bagi kaisar dan bangsa.

Berawal dari kepergian Hiro, adik laki-lakinya, Sayuri memutuskan untuk terlibat dalam perang yang semakin melemahkan posisi Jepang itu. Ia menjadi perawat bersama sahabatnya di sebuah rumah sakit di Tokyo. Keberingasan perang pun menelan korban semakin banyak, termasuk adik dan sahabatnya. Terbalut amarah dan dendam yang luar biasa, Sayuri bersumpah untuk membalas kematian orang-orang yang dicintainya dengan menjadi pilot Kamikaze. Dengan segala upaya, ia menyamar menjadi laki-laki dan berhasil mewujudkan keinginan itu. Pada hari Sayuri akan menabrakkan pesawatnya ke target musuh, sesuatu terjadi dan mengubah garis nasibnya.

Judul : Mawar Jepang
Sub Judul : Kisah Pilot Kamikaze Perempuan yang Dibungkam dalam Sejarah
Penulis : Rei Kimura
Penerjemah : Stefanny Irawan
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : Cetakan pertama, 2011
Tebal : 294 hlm.
ISBN : 978-979-22-7096-9

Rate            : 4,5 / 5

Penulis novel Mawar Jepang yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2011 ini adalah seorang pengacara yang memiliki passion dalam bidang menulis. Keunggulan karya-karyanya terletak pada penggambaran peristiwa dan karakter tokoh yang unik. Ia menampilkan kisah yang digali dari kehidupan nyata dan kisah orang-orang yang sebenarnya di dalam beberapa bukunya. Ia meyakini bahwa hal itu adalah cara terbaik untuk menjadikan sejarah yang tersembunyi menjadi “hidup” dan dapat diterima oleh pembaca pada abad 21.

Rei Kimura pernah menulis mengenai kisah tragis tenggelamnya Kapal Awa Maru dan menyentuh isu-isu menarik seperti yang diangkat dalam “Magnolia Jepang”, sebuah buku yang diangkat dari kisah nyata dua orang laki-laki, samurai dan seorang petani, yang berani melintasi dua daerah terlarang Jepang pada masa feodal. Sedangkan Mawar Jepang adalah salah satu novel kontroversial yang ditulis olehnya. Novel ini menimbulkan banyak pertanyaan, apakah pilot Kamikaze perempuan memang benar-benar ada?

Selain bekerja sebagai pengacara, Rei Kimura juga seorang jurnalis freelance yang andal dan tergabung dalam Australan News Syndicate. Beberapa karya-karyanya adalah Butterfly in The Wind, A Note from Ichiyo, Awa Maru: Titanic of Japan, Momoirs of a Community Cat, Like A Willow Tree, dan sebagainya. Novel Butterfly in The Wind yang menceritakan mengenai Okichi Saito, seorang gadis cantik berumur 15 tahun yang dijadikan gundik orang asing pada masa perang, berhasil menyentuh hati para pembacanya dan telah diterjemahkan ke dalam tujuh bahasa.

Mengambil latar waktu yang sama dengan Butterfly in The Wind yaitu pada masa Perang Dunia II, novel berjudul Mawar Jepang: Kisah Pilot Kamikaze Perempuan yang Dibungkam dalam Sejarah, menceritakan tentang seorang perempuan bernama Sayuri Miyamoto yang berusaha membalaskan dendam atas kematian adiknya, Hiro, dan sahabatnya, Reiko, yang terbunuh akibat Perang Dunia II dengan cara menjadi salah satu pilot Kamikaze. Kamikaze berasal dari bahasa Jepang yang dalam bahasa Indonesia berarti Angin Dewa. Pasukan Kamikaze adalah sebuah pasukan udara berani mati Jepang yang muncul pada Perang Dunia II. Dalam tugasnya, pilot Kamikaze bunuh diri dengan cara menabrakkan pesawat yang membawa bom seberat 250 kg pada kapal-kapal perang Sekutu.

            Menggunakan sudut pandang orang ketiga, novel ini diawali dari seorang tokoh bernama Mayumi, seorang sejarawan andal dari NHK yang diminta mengusut kasus terlibatnya seorang perempuan dalam aksi paling brutal dalam perang tersebut. Dari sana, Mayumi berhasil menemukan Rika Kobayashi alias Sayuri Miyamoto yang kemudian bersedia membagi kisah yang selama puluhan tahun membebani dirinya sendiri karena ia tak pernah menceritakan pengalaman pahit tersebut kepada siapapun.

Meskipun novel ini termasuk novel fiksi sejarah dan merupakan buku terjemahan, gaya bahasa yang digunakan sangat cair sehingga pembaca dapat dengan mudah mengalir bersama cerita. Pengalaman tokoh yang unik, yaitu sebagai pilot kamikaze, menambah minat baca terlebih para pembaca yang memang menyukai novel fiksi sejarah. Tidak hanya seputar perang yang mengibakan, ada bumbu romansa yang manis dalam novel ini yang membuat pembaca tidak akan bosan, khususnya pembaca remaja.

Kisah cinta yang penuh pengorbanan, baik pada lawan jenis, sahabat, dan keluarga, serta kehilangan-kehilangan yang begitu mengharukan, menghiasi novel dari awal hingga akhir. Keluarga yang kehilangan anggota keluarganya: seorang ibu yang kehilangan anak laki-lakinya dan seorang gadis yang kehilangan sahabat dan adik laki-lakinya. Hingga saat Sayuri bersiap menabrakkan pesawat, dalam hati kecilnya ia hanya gadis biasa yang menginginkan hidup sederhana dan bahagia bersama lelaki yang dicintainya.

Kata menegangkan juga pas sekali menggambarkan jalan cerita dalam novel yang menggunakan alur campuran ini. Namun, meskipun alurnya campuran, pembaca tidak akan dibuat bingung karena gaya bercerita pengarang yang memang tidak rumit. Tiba-tiba, pembaca sudah menyentuh halaman terakhir dengan perasaan yang tidak dapat dijabarkan. Pembaca seolah ditarik masuk dengan detail yang membuat kita seolah sedang menonton video di dalam kepala secara langsung.

Kekurangan novel ini mungkin terletak pada setting tempatnya yang asing untuk pembaca, khususnya orang-orang yang tidak terlalu mengenal Jepang. Juga, ada beberapa kosa kata bahasa Jepang yang hanya dicetak miring tanpa catatan kaki. Hal ini menjadi penghalang bagi pembaca yang awam tentang Jepang untuk mengerti benda yang dimaksud. Namun, hanya sedikit kosa kata yang menggunakan bahasa Jepang tersebut, sehingga pembaca tidak perlu terlalu khawatir. Ditambah lagi, kata-kata tersebut tidak memiliki andil besar dalam perkembangan cerita.

Kemudian kekurangan lain yang saya soroti, alih-alih berusaha meruntuhkan stigma negatif mengenai kelemahan hati perempuan, terutama di saat-saat genting seperti menabrakkan pesawat ke kapal musuh. Sebaliknya, Sayuri sebagai tokoh utama justru menunjukkan dengan gamblang kegoyahan hati seorang perempuan yang sebelumnya penuh ambisi dan tekad, menjadi rapuh karena dilanda asmara. Hal ini memperkuat fakta bahwa larangan pemerintah Jepang agar perempuan tidak menjadi pilot Kamikaze adalah sebuah keputusan yang beralasan.

Tidak hanya Sayuri, tokoh perempuan lain seperti ibu Sayuri yang diceritakan begitu sedih berkepanjangan selepas kepergian anak laki-lakinya yang bergabung dengan militer, juga menunjukkan betapa perempuan memang begitu rapuh. Meskipun begitu, beberapa bagian lain juga menunjukkan betapa wanita juga memiliki tekad dan memiliki kebesaran hati untuk menerima. Kedua sudut pandang tersebut bisa digunakan pembaca untuk memaknai cerita tergantung pada persepsi masing-masing.

Secara keseluruhan, novel ini begitu menggugah. Memberikan referensi pengetahuan yang baru mengenai cerita yang mungkin tidak semua pembaca mengetahuinya. Tokoh yang manusiawi juga menjadi nilai tambah bagi pembaca untuk ikut terseret pada perasaan dan kenyataan bahwa terkadang segala sesuatu tidak bisa berjalan sesuai yang kita inginkan. Untuk mengubah sesuatu, kita perlu melakukan sesuatu. Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan, untuk itu kita berjuang hari ini. Karena novel ini ada unsur dewasa namun tidak eksplisit, saya rekomendasikan novel ini untuk para pembaca usia 17 tahun ke atas yang ingin mencari bacaan baru yang memberikan sudut pandang berbeda, serta lepas dari kisah cinta yang picisan.



Referensi:
Amazon. “Rei Kimura”. Tersedia: https://www.amazon.com/Rei-kimura/e/B0034PUUFI [5 Desember 2017]
Inoguchi, R., Nakajima, T., Pineau, R. (2008). Kisah Para Pilot Kamikaze, Pasukan Udara Berani Mati Jepang pada Perang Dunia II. Depok: Komunitas Bambu.
Kimura, Rei. (2011). Mawar Jepang: Kisah Pilot Kamikaze Perempuan yang Dibungkam dalam Sejarah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

0 Creat Your Opinion:

Post a comment

Social Profiles

Twitter Instagram Wattpad Quora RSS Feed Email Pinterest

My Profile

My photo
Books' better half who's been taking small steps each day towards her dreams. She's very interested in reading literacy, education, language, culture, and philosophy. You can find her on Twitter @psybooklogy and Instagram @ra.juwita

初めまして

日本語日本文学生のラトナ・ジュウィタです、どうぞよろしくお願いします! このブロクを気に入っていただけたら嬉しいです。

Recent Post

[Traveling] Keindahan Alami Pantai Soryar, Biak, Papua

Total Pageviews

Blinking Cute Box Panda
Powered by Blogger.

Copyright © Ratna Juwita | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com