Friday, February 28, 2020

[BookTalks] 3 Buku yang Harus Kamu Baca Sebelum Umur 30 Tahun



Ratna Juwita

Sebenarnya semua buku oke untuk dibaca pada umur berapa pun, tapi mungkin kalian juga ingin membaca buku yang sebaiknya kalian baca sebelum umur 30 tahun, Readers?

Kalau iya, aku bakal kasih beberapa rekomendasi buku yang bagus untuk kalian! Mengapa sebelum umur 30 tahun? Karena untuk sebagian orang, menginjak umur 30 tahun adalah hal yang spesial. Kita berada pada usia dewasa yang bisa dibilang sudah matang.

Beranjak ke umur 30 tahun bisa menjadi akhir sekaligus awal: akhir dari masa muda dan awal dari menjadi dewasa. Untuk itu, kamu mungkin perlu membaca ketiga buku ini:

“Atomic Habits” Karya James Clear

Image result for atomic habits gramedia
(sumber gambar di sini)

Anda sebaiknya jauh lebih memperhatikan lintasan yang Anda lalui dibandingkan dengan hasil-hasil sementara yang Anda dapatkan saat ini.”

Ada banyak buku mengenai kebiasaan atau habits yang bisa kalian temukan di toko-toko buku dan ini adalah salah satu buku yang kurekomendasikan. Mengapa buku ini?

Sesuai dengan judulnya, buku ini membahas mengenai kebiasaan-kebiasaan kecil yang sebenarnya justru berdampak sangat besar dalam kehidupan kita. Apakah kalian pernah mendengar tentang snowball effect?

Alleydog mendefinisikan snowball effect (efek bola salju) sebagai sesuatu yang tumbuh atau berkembang dimulai dari hal kecil, lalu semakin lama menjadi semakin besar dan cepat. Seperti halnya bola salju yang digelundungkan dari ketinggian tertentu. Awalnya, bola tersebut hanyalah bola kecil, tapi semakin turun dan semakin lama ia menggelinding, ukurannya akan menjadi semakin besar.

Sudah mendapatkan sedikit gambaran tentang ini?

Seperti itu pulalah kebiasaan. Mungkin beberapa dari kita tidak sadar bahwa diri kita saat ini adalah hasil kumpulan dari berbagai macam hal-hal kecil. Kita tidak begitu saja menjadi seperti sekarang. Kita adalah kumpulan kebiasaan kita. Kalau sedari kecil kita memang sering berolahraga setidaknya seminggu dua sampai tiga kali, maka tidak heran jika kita tumbuh menjadi orang yang sehat, tidak mudah sakit, dan memiliki tubuh yang bugar.

Begitu pula jika kita terbiasa meminum minuman tidak sehat dan terlalu banyak mengandung gula, maka mungkin saja ketika tua nanti berbagai macam penyakit akan datang menghampiri. Penyakit-penyakit tersebut bukan tiba-tiba datang, melainkan kumpulan dari kebiasaan yang kita lakukan selama ini.

Buku ini menjelaskan dengan sangat rinci, lengkap dengan data dan ilustrasi mengenai pembentukan kebiasaan. Jika kita membiasakan hal-hal baik, seberapa pun kecilnya kebiasaan itu, maka suatu saat pasti akan menimbulkan dampak besar yang baik pula dan sebaliknya.

Penulis mencantumkan banyak hal yang berasal dari pengalaman pribadinya sendiri selama ini dalam mengontrol kebiasaan-kebiasaannya. Ada berbagai macam prestasi yang dicatatkannya selama ini yang berawal dari hal-hal kecil yang terus diulang setiap hari.

Aku rasa, buku ini akan sangat kalian butuhkan agar kalian dapat mengontrol kebiasaan-kebiasaan kalian mulai dari sekarang sebelum beranjak semakin dewasa dan semakin kesulitan mengontrolnya.

 “Semua hal besar datang dari hal-hal kecil. Bibit dari setiap kebiasaan adalah sebuah pilihan yang sangat kecil. Namun seiring dengan pilihan yang dilakukan secara berulang-ulang, maka hal tersebut akan memunculkan kebiasaan yang kemudian berkembang menjadi semakin kuat. Akarnya menancap lalu tumbuhlah cabang-cabangnya. Berusaha menghancurkan kebiasaan buruk itu seperti mencoba mencabut sebuah pohon oak di dalam diri kita. Dan membangun kebiasaan baik itu seperti menanam sebuah bunga yang suatu hari akan tumbuh dengan indah.”


“Filosofi Teras” Karya Henry Manampiring

 Image result for filosofi teras gramedia
(sumber gambar di sini)

Manusia tidak memiliki kuasa untuk memiliki apa pun yang dia mau, tetapi dia memiliki kuasa untuk tidak mengingini apa yang dia belum miliki, dan dengan gembisa memaksimalkan apa yang dia terima.”

Aku akan menyelipkan buku lokal yang bisa kalian cari di semua toko buku di Indonesia tanpa kesulitan ini. Filosofi Teras adalah buku tentang stoisisme. Dalam bukunya, penulis mendefinisikan stoisisme sebagai filosofi yang sangat pragmatis dengan orientasi manajemen emosi melalui kendali nalar, persepsi, dan pertimbangan.
Waduh, jangan pusing dulu ya! Yuk, kita intip dulu sedikit blurb-nya.

Apakah kamu sering … merasa khawatir akan banyak hal? … baperan? … susah move-on? … mudah tersinggung dan marah-marah di social-media maupun dunia nyata?

Kalau iya, kalian perlu baca buku ini. Hehe.

Buku ini bukan salah satu buku yang berat untuk dibaca, kok! Karena ditulis oleh orang Indonesia tulen, bahasa yang digunakan dalam buku ini pun tergolong ringan dan komunikatif. Aku pribadi adalah salah satu pembaca yang menjauhi karya-karya terjemahan (kalau tidak kepepet banget) karena seringkali sukar memahami terjemahan yang kaku. Jadi untuk kalian yang cari buku bagus, sesuai kantong, dan enak dibaca, buku ini jawabannya.

Oh iya, balik lagi. Kalian akan menemukan banyak pelajaran berharga mengenai filosofi teras yang masih sangat jarang dibahas di Indonesia. Sebenarnya, isinya hampir sama seperti “Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat”-nya Mark Manson, tapi aku lihat-lihat banyak yang lebih menyukai “Filosofi Teras” ini.

Pembahasan dalam buku ini adalah seputar kiat-kiat menjalani hidup yang memang seringkali memberi kejutan yang tidak menyenangkan. Namanya juga hidup.

Ada banyak hal yang berada di luar ekspektasi kita, lalu kita jatuh, terpuruk, dan tidak tahu cara untuk bangkit dari masalah-masalah kehidupan yang datang bertubi-tubi. Iya, kan? Filsafat Yunani-Romawi yang telah ada sejak lebih dari 2000 tahun lalu ini bisa memberikan pandangan baru untuk kalian.

Sebelum beranjak ke umur 30 tahun, ada baiknya membaca buku ini atau malah menjadikannya sebagai salah satu pedoman hidup. Semakin kita dewasa, masalah akan terasa semakin berat, tapi apabila kita tahu cara terbaik untuk menyikapinya, itu bukanlah hal yang perlu kita khawatirkan secara berlebihan.

Aku pribadi mendapatkan banyak pandangan yang menenangkan setelah membaca buku ini, jadi aku sangat merekomendasikannya.

Artikel ‘The Problem With Positive Thinking’ menyebutkan bahwa positive thinking justru sering menghambat kita. Beberapa eksperimen menunjukkan mereka yang menerapkan positive thinking dalam berusaha mencapai tujuannya sering kali memperoleh hasil yang lebih buruk dibandingkan dengan mereka yang tidak. Positive thinking menipu pikiran kita. Sekadar menyuruh orang berpikir realistissaja juga tidak memberikan hasil yang baik.”


“Mitos dan Fakta Kesehatan” Karya Erikar Lebang

Image result for mitos dan fakta kesehatan erikar lebang gramedia Image result for mitos dan fakta kesehatan erikar lebang gramedia
(sumber gambar di sini dan di sini)

Sudah bukan zamannya lagi mengulang kalimat penyangkalan yang sering kita dengar dari ahli kesehatan ketinggalan ilmu kesehatan modern: ‘Penyakit ini tidak ada hubungannya dengan makanan’

Ini juga buku yang ditulis oleh penulis lokal. Sebenarnya, kalian bisa membaca buku apa pun yang bertema kesehatan, hanya saja aku menyaankan buku ini karena aku langsung berubah banyak setelah membaca buku ini.

Mengapa kalian perlu buku bertema kesehatan?

Umur 30 tahun adalah “awal” dari kehidupan kalian yang sebenarnya, apabila kalian tidak mempersiapkannya sedari awal, jangan-jangan nanti kalian akan terlambat menyadarinya. Sudah sangat umum slogan-slogan bertema kesehatan yang malang-melintang di mana-mana, apakah kalian sudah mempraktikkannya?

Contohnya saja makan makanan yang banyak mengandung serat seperti sayur, buah-buahan, bahkan nasi merah. Mungkin kalian memang belum merasakannya, tetapi penyakit-penyakit mungkin sedang berkambang biak dalam tubuh kalian apabila kalian tidak segera mengubah pola hidup kalian.

Buku ini memiliki dua jilid dan keduanya tentu saja ditulis dengan gaya bahasa yang asyik karena buku ini merupakan kumpulan cuitan di akun twitter penulis tentang kesehatan. Apakah kalian tahu bahwa kalian membutuhkan empat gelas air putih untuk “menebus” secangkir kopi yang telah kalian minum? Itu hanya “menebus” tidak termasuk hitungan kebutuhan 7-8 gelas air putih setiap harinya.

Penulis berasal dari keluarga dokter dan dalam bukunya ini, ia menganjurkan kita untuk mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan minum air putih yang cukup setiap harinya. Kalian tidak mau kan apabila kesuksesan kalian jadi terhambat gara-gara kalian sakit?

Memperbaiki pola hidup sedini mungkin adalah pilihan yang harus kalian pertimbangkan jika masih ingin sehat di umur kalian yang sudah menua nantinya. Memang hidup dan mati telah digariskan, tapi kita juga harus tetap berusaha sebaik-baiknya.

0 Creat Your Opinion:

Post a Comment

Social Profiles

Twitter Instagram Wattpad Quora RSS Feed Email Pinterest

My Profile

My photo
Books' better half who's been taking small steps each day towards her dreams. She's very interested in reading literacy, education, language, culture, and philosophy. You can find her on Twitter @psybooklogy and Instagram @ra.juwita

初めまして

日本語日本文学生のラトナ・ジュウィタです、どうぞよろしくお願いします! このブロクを気に入っていただけたら嬉しいです。

Recent Post

[Traveling] Keindahan Alami Pantai Soryar, Biak, Papua

Total Pageviews

Blinking Cute Box Panda
Powered by Blogger.

Copyright © Ratna Juwita | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com