Saturday, February 29, 2020

[BookTalks] 3 Rekomendasi Novel Misteri dengan Ending Tak Terduga



Ratna Juwita

Readers, karena kalian membaca ini, apakah aku bisa menyimpulkan bahwa kalian adalah pencinta misteri? Kalau iya, tos dulu! *tos.

Aku suka sekali cerita misteri sejak SD. Cerita misteri yang pertama kali kubaca adalah komik Detectif Conan. Aku sampai berkhayal ingin menjadi detektif juga. Hehe. Sejak membaca komik Conan, aku pun membaca serial Sherlock Holmes karena namanya seringkali disebut di dalam komik itu.

Sejak itu aku menjadi begitu ketagihan dengan cerita misteri, apalagi yang bertema detektif. Aku juga sempat membabat buku-buku anak karangan Enid Blyton yang menurutku sangat seru saat SMP. Jadilah kini aku menjadi pencinta misteri.

Salah satu hal yang menarik dari novel misteri adalah ending-nya yang sering tidak terduga. Karena itu, berikut ini adalah tiga buku bertema misteri dengan ending tak terduga yang aku rekomendasikan untuk kalian:

Tokyo Zodiac Murders Karya Soji Shimada
 Image result for tokyo zodiac murders gramedia
(sumber gambar di sini)

Pada suatu malam bersalju tahun 1936, seorang seniman dipukuli hingga tewas di balik pintu studionya yang terkunci di Tokyo. Polisi menemukan surat wasiat aneh yang memaparkan rencananya untuk menciptakan Azoth—sang wanita sempurna—dari potongan-potongan tubuh para wanita muda kerabatnya. Tak lama setelah itu, putri tertuanya dibunuh. Lalu putri-putrinya yang lain serta keponakan-keponakan perempuannya tiba-tiba menghilang. Satu per satu mayat mereka yang termutilasi ditemukan, semua dikubur sesuai dengan prinsip astrologis sang seniman.

Review: 4.5/5

Cerita berawal dari kematian seorang seniman di sebuah ruangan tertutup, setelah itu selama lebih dari 40 tahun orang-orang berlomba-lomba memecahkan kasus ini, tetapi taka da satu pun dari mereka yang berhasil memecahkan misteri pembunuhan tersebut. Media-media menerbitkan berbagai macam artikel dan penerbit-penerbit mempublikasikan buku-buku mengenai spekulasi-spekulasi mengenai misteri ini, tetapi tetap saja pada akhirnya misteri ini tetap tak terpecahkan hingga kemudian isunya mereda.

Novel yang pertama kali diterbitkan di Jepang pada tahun 1981 ini menggunakan sudut pandang orang pertama seorang tokoh bernama Kazumi Ishioka yang menemani sahabatnya yang merupakan seorang astrolog sekaligus detektif bernama Kiyoshi Mitarai. Kalau kalian pernah membaca serial Sherlock Holmes, maka Kazumi Ishioka diibaratkan seperti Dr. Watson dan Kiyoshi Mitarai adalah Sherlock Holmes.

Meskipun alurnya bergerak sangat lambat, kasusnya sangat menarik, unik, tidak biasa, dan membuatku berpikir keras. Setting waktu tahun 1979 benar-benar terasa dan dideskripsikan dengan sangat baik. Semua spekulasi seolah dengan mudahnya ditampik begitu saja berdasarkan fakta-fakta lama maupun yang baru saja ditemukan. Namun, kalian mungkin akan sedikit dibuat bingung dengan penjelasan mengenai zodiak dan astrologi di bagian awal bab.

Terlepas dari kebingungan yang aku rasakan ketika membaca di bab-bab awal, bab-bab selanjutnya benar-benar membuatku terbenam dalam buku. Aku dibuat sangat penasaran dengan jalannya kasus dan sosok pembunuh yang sama sekali tidak nampak sekalipun hanya bayangannya saja.

Aku biasa menebak-nebak pelaku ketika membaca Detektif Conan, Sherlock Holmes, dan cerita misteri lainnya. Kebanyakan benar, tapi tak jarang juga salah dan novel ini malah semakin mengukuhkan rekor “salah tebak”-ku. Benar-benar tak terduga. Termasuk trik pembunuhannya.

Membaca novel ini seperti sedang menunggu bom waktu untuk meledak!

Walaupun aku sudah membaca buku ini sejak tahun 2017, aku masih bisa merasakan sensasi keterkejutan dan rasa menyenangkan yang selalu hadir ketika membaca buku misteri yang mengasyikkan!

Aku bahkan sempat mengira kasus ini benar-benar pernah terjadi di Jepang, lalu memutuskan untuk pergi mencarinya di internet dan berakhir dengan fakta bahwa buku ini murni hanyalah fiksi. Selama berhari-hari bahkan bertahun-tahun setelahnya, aku masih ingin mengulang membaca novel ini, barangkali aku akan menemukan hal-hal baru yang sebelumnya tidak kusadari.

Buku yang sangat apik! Aku sangat merekomendasikannya untuk kalian terutama yang sangat menyukai cerita misteri. Mungkin, buku ini bisa menjadi “angin segar” untuk kalian yang jenuh dengan cerita-cerita misteri lainnya.

The Good Son Karya You-Jeong Jeong

Image result for the good son gramedia
(sumber gambar di sini)

Yu-jin terbangun karena bau darah dan menemukan dirinya berbaring di ranjangnya sendiri dalam keadaan berlumuran darah. Tetapi itu bukan darahnya. Lalu darah siapa? Jawaban untuk pertanyaan itu baru diketahuinya setelah ia menemukan ibunya tergeletak tak bernyawa dengan leher tergorok di tengah genangan darah di kaki tangga apartemen dupleks mereka.

Sebagai penderita epilepsi, ingatan Yu-jin sering bermasalah dan ia tidak bisa mengingat apa pun yang terjadi kemarin malam. Hanya suara ibunya yang selalu terngiang-ngiang di telinga. Suara ibunya yang memanggil namanya. Apakah sang ibu memanggilnya untuk meminta tolong? Atau untuk memohon agar Yu-jin tidak membunuhnya?

Yu-jin pun berusaha mencari tahu apa yang terjadi, menggali ingatannya dan menguak rahasia gelap tentang keluarganya … dan tentang dirinya sendiri.

Sementara itu, di dermaga tidak jauh dari sana, ditemukan juga mayat seorang wanita muda dengan luka menganga di leher.

Review: 4.2/5

Ini adalah buku paling menyebalkan yang pernah kubaca. Lho?

Tidak, bukan karena buku ini buruk, justru karena berhasil membuatku sebal, buku ini sangat menarik untuk dibaca!

Dari sinopsisnya saja kalian sudah merasa penasaran belum? Mungkin sebagian dari kalian yang sudah pernah membaca cerita dengan premis serupa, kalian merasa biasa saja saat membaca sinopsisnya.

Novel yang menggunakan sudut pandang orang pertama ini sangat rinci dan deskriptif dalam menggambarkan pemikiran tokoh utamanya. Aku bahkan sampai terheran-heran dan bertanya-tanya, apakah penulisnya merupakan orang yang menderita epilepsi juga? Pendeskripsiannya benar-benar terasa nyata seolah aku benar-benar sedang masuk dalam pikiran Yu-jin.

Otakku berusaha membangun berbagai macam spekulasi mengenai tokoh, tapi tanpa sadar aku justru terseret oleh berbagai pemikiran tokoh itu sendiri. Penggiringan asumsi inilah yang menjadi hal paling menarik dari novel yang diterbitkan di Korea pertama kali pada tahun 2016 ini.

Karena aku biasa membaca novel detektif dengan sudut pandang orang pertama yang menceritakan orang lain—contohnya seperti Sherlock Holmes—novel ini memberikan nuansa lain. Tokoh utama yang mencoba memecahkan sendiri kasusnya, lengkap dengan narasi jalan pikirannya, merupakan cerita dengan level kesulitan yang berbeda.

Aku dibuat bertanya-tanya cara penulis menjabarkan alur cerita tanpa memberikan “spoiler” sama sekali. Spekulasi-spekulasi baru bermunculan seiring dengan fakta-fakta baru yang ditemukan oleh sang tokoh utama.

Ending-nya tidak terduga dan menyebalkan (ngotot). Secara keseluruhan, novel ini ditulis dengan sangat baik. Terjemahannya juga ringan dan tidak kaku sehingga tidak membuatku bingung atau jengah. Aku sama sekali tidak bisa lepas membaca novel ini. Alhasil, seharian aku membaca novel setebal 360 halaman ini tanpa jeda—kecuali makan dan mandi.

Novel ini cocok banget buat para pencinta misteri yang tidak biasa!

The Da Vinci Code Karya Dan Brown

Image result for the da vinci code gramedia
(sumber gambar di sini)

           Review: 4.9/5

Siapa yang tidak mengenal Dan Brown? Namanya sudah melanglang buana di jagat perbukuan. Kalau kalian pencinta misteri, biasanya kalian sudah tidak asing lagi dengan nama ini.

The Da Vinci Code adalah karya pertama Dan Brown yang langsung menggegerkan dunia. Mengapa bisa begitu?

Pertama, ceritanya super tidak biasa.

Kedua, alur ceritanya benar-benar rapi, memukau, asyik, dan sama sekali tidak menjenuhkan.

Ketiga, novel ini memasukkan fakta-fakta yang memang ada di dunia ini seperti Lukisan Monalisa yang sangat terkenal itu, organisasi Biarawan Sion yang kontroversional dan didirikan tahun 1099, sekte Opus Dei, konspirasi-konspirasi lukisan Da Vinci, dan lain-lainnya. Beberapa nama yang tercantum dalam sebuah perkamen yang ditemukan di Perpustakaan Nasional di Paris adalah nama-nama terkenal seperti Sir Isaac Newton, Botdcelli, Victor Hugo, dan Leonardo Da Vinci.

Keempat, ending yang bisa membuat pembaca terpana dan hanya bisa geleng-geleng kepala.

Untuk para pencinta misteri, ending adalah salah satu penentu suatu karya dikategorikan bagus atau tidak. Seringnya, ending yang tak terduga adalah favorit para pembaca. Siapa yang tidak?

Novel ini berawal dari pembunuhan Jacques Sauniere, seorang curator Museum Louvre dan Grand Master Biarawan Sion. Ia ditembak mati pada suatu malam di museum tersebut oleh seorang rahib Katolik albino bernama Silas yang melakukannya atas perinta seseorang misterius yang dijuluki “Guru”. Polisi kemudian memanggil Robert Langdon yang merupakan seorang profesr seni dan simbol dari Universitas Harvard untuk memecahkan kode rahasia yang ditinggalkan oleh Sauniere menjelang kematiannya.
Bersama dengan Sophie Neveu, kriptogafer kepolisian yang sekaligus merupakan cucu Sauniere, Langdon berusaha memecahkan kode deret Fibonacci tak beraturan yang ditinggalkan Sauniere. Perjalanan mereka tersebut satu per satu mengungkap banyak sekali misteri dunia.

Dan Brown memulai karyanya ini dengan penggambaran karakter-karakter yang kuat. Pasti akan langsung melekat di kepala walaupun sudah berhari-hari, berminggu-minggu, atau bahkan bertahun-tahun. Seperti yang terjadi padaku. Deskripsi waktu dan tempat tidak mubazir, pas sesuai porsi, dan penuh dengan hal-hal baru yang membuatku tidak bisa lepas membacanya.

Aku bahkan masih ingat debaran jantung dan adrenalin yang meningkat seiring dengan cerita berjalan. Otakku dibuat berpikir keras untuk mencerna berbagai macam informasi baru yang disajikan dalam novel apik ini.

Setelah dipublikasikan untuk pertama kali pada sekitar tahun 2003, novel ini langsung menarik perhatian banyak orang dari seluruh dunia. Berbagai dialog terkait novel ini bermunculan di mana-mana. Intinya novel ini berhasil mengguncang dunia! Sampai saat ini, aku menjadi penggemar Dan Brown karena karya-karyanya yang selalu tak biasa.

Aku tak bisa berkata-kata lagi. Kalian harus membaca novel ini dan selamat jatuh cinta dengan Dan Brown!



---------------


Adakah di antara ketiga buku tersebut yang sudah kalian baca?

0 Creat Your Opinion:

Post a Comment

Social Profiles

Twitter Instagram Wattpad Quora RSS Feed Email Pinterest

My Profile

My photo
Books' better half who's been taking small steps each day towards her dreams. She's very interested in reading literacy, education, language, culture, and philosophy. You can find her on Twitter @psybooklogy and Instagram @ra.juwita

初めまして

日本語日本文学生のラトナ・ジュウィタです、どうぞよろしくお願いします! このブロクを気に入っていただけたら嬉しいです。

Recent Post

[Traveling] Keindahan Alami Pantai Soryar, Biak, Papua

Total Pageviews

Blinking Cute Box Panda
Powered by Blogger.

Copyright © Ratna Juwita | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com